Perpindahan Tempat POPNAS dan Pertimbangannya

POPNAS merupakan singkatan dari Pekan Olahraga Pelajar Nasional. Pada Oktober tahun 2019 ini kabarnya Papua sebagai tuan rumah telah mengundurkan diri. Alasannya yaitu karena ada rasa khawatir para peserta lomba keamanan dan kenyamanannya terganggu. Penolakan langsung diungkapkan oleh Alex Kapisa, selaku Plt Kepala Dispora Provinsi Papua. Mendengar hal itu, pejabat kabupaten bernama John Wempi Wetipo merasa sangat kecewa  dan sedih.

Bupati Jayawijaya yang bernama Wempi ini, menanggapi persoalan mundurnya Papua sebagai tuan rumah POPNAS. Menurutnya alasan penolakannya itu sangat tidak rasional sekali. Padahal kenyataan kini area sana masyarakatnya juga bebas beraktifitas. Kabarnya permohonan dibatalkannya pelasanaan ini disana telah diinformasikan oleh pemerintah setempat , kepada semua kepala dispora senusatara dari sabang sampai merauke.

Rencana Pelaksanaan POPNAS

Pelaksanaan POPNAS serta PAPERNAS awalnya rencananya akan dilakukan saat bulan Oktober tahun dua ribu sembilan belas di Papua tepatnya area kota Jayapura. Hal tersebut tertuang dalam surat keputusan mentri pemuda dan olahraga. Sedangkan tak lama kemudian munculah edaran tertulis yang menyatakan bahwa ada permohonan pemindahan tempat lomba. Adapun nomer suratnya yaitu 426.3/9676/SET, dikeluarkan langsung doleh Lukas Enembe selaku gubernur Papua.

Pertimbangan POPNAS di Papua

Rencana diadakannya POPNAS di Papua, semakin mendekati hari pelaksanaan tuan rumah justru banyak mempertimbangkan suatu hal. Diantaranya yaitu disana sedang tidak aman, serta suasananya belum kondisional. Sebab baru saja terjadi demo secara besar dan banyak orang yang mengikuti, karena masalah yang berhubungan dengan Malang dan Surabaya.

Selain itu sudah ada 6 prediksi masalah yang akan timbul jika POPNAS tetap diadakan di Papua. Beberapa penyebabnya antara lain ada factor keamanan, kenyamanan, kekhawatiran, dan kondisi para atlit se Indonesia. Padahal perlombaan ini akan menjadi uji coba venue pesert pada tahun 2020 mengenai PEPARPENAS XVI  dan PON XX.

Persiapan POPNAS Belum Memadai

Persiapan pelaksanaan POPNAS memang sudah berjalan, namun pihak pemerintah Jayapura masih merasa itu semua belum memadai. Bahkan kulaitas fasilitasnya juga kurang bagus dan menjamin. Ketersediaan alat menjadi suatu masalah utama, untuk perlombaan padahal dari cabang olahraga ada Technical deligate.

Kendala tersebut sangat membuat tidak kondusif pertandingan POPNAS dan PEPARPENAS nantinya. Berjalannya waktu yang semakin dekat, membuat pemerintah provinsi Papua tidak menginjinkan untuk diselenggarakan disana. Dalam catatan surat pun tertulis, bahwa mereka belum siap untuk menjadi tuan rumah tahun 2019 ini.

Perpindahan Tempat Penyelenggaraan POPNAS  disetujui KEMENPORA

Permohonan pengunduran diri pemerintah provinsi Papua, untuk tidak dijadikan tuan rumah POPNAS dan PEPAPERNAS, telah disetujui oleh KEMENPORA. Kini tim panitia sedang memilih daerah pengganti untuk perlombaan tersebut. Adanya pembatalan ketidak sanggupan pemerintah disana,membuat timbul suatu konsekuensi. Adapun itu karena waktunya juga sangat mendesak.

Selain itu juga para pemain tentu juga akan merasa persiapannya belum matang, karena tidak terjadwal sesuai rencananya.Mundurnya tuan rumah Papua, telah dikomunkasikan kepada Plt Kadispora Papua selama satu minggu. Dikarenakan masih ada kejadian demonstrasi seketika. Akan tetapi perlu diketahui bahwa pemindahan tempat POPNAS dan PEPAPERNAS, bukan berarti acara akan dibatalkan begitu saja. Ajang pertandingan ini tetap berjalan harapannya.

Rencananya kalau Papua tidak jadi tuan rumah POPNAS, maka DKI Jakarta nantinya akan ditunjuk untuk menggantikannya. Namun menunggu keputusan resminya dahulu, apakah disetujui atautidak. Sayangnya ternyata sudah banyak tiket untuk menyaksikan pertandingan ini, tetapi kesiapan dan kesanggupan masih belum fix.

This entry was posted in olahraga. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *